Perkembangan zaman ke era yang serba digital menjadikan UI/UX Designer sebagai salah satu profesi yang banyak dibutuhkan oleh perusahaan. Umumnya, profesi ini dibutuhkan oleh perusahaan yang memiliki tim UI/UX untuk membantu dalam mengembangkan aplikasi mereka demi memaksimalkan kepuasan penggunanya.
UI/UX Designer sendiri merupakan profesi yang diminati oleh jobseeker karena gajinya yang relatif menjanjikan bahkan untuk level pemula sekalipun. Penasaran dengan gaji yang didapatkan oleh UI/UX Designer? Yuk, sama-sama kita bahas prospek gaji UI/UX Designer di Indonesia dan luar negeri serta faktor yang memengaruhinya!
Gaji UI/UX Designer di Indonesia
Di Indonesia, gaji UI/UX Designer sendiri bervariasi tergantung dari berbagai faktor. Melansir dari situs karier Indeed, berikut adalah perkiraan gaji seorang UI/UX Designer di Indonesia berdasarkan domisilinya.
- Jakarta: 7,1 juta per bulan
- Bandung: 4,1 juta per bulan
- Surabaya: 3,3 juta per bulan
- Denpasar: 3 juta per bulan
- Yogyakarta: 2,4 juta per bulan
Sedangkan untuk gaji UI/UX Designer berdasarkan level pengalamannya dapat dibagi menjadi 3 kategori, yaitu sebagai berikut.
- Entry Level: 7 juta - 8,5 juta perbulan
- Senior Level: 12 juta - 20 juta perbulan
- Manager Level: di atas gaji Senior Level
Perlu diingat bahwa gaji yang tertera di atas hanyalah estimasi dari berbagai perusahaan di Indonesia yang memiliki posisi UI/UX Designer. Angka bisa berubah berdasarkan faktor-faktor tertentu, tapi masih bisa kamu jadikan referensi untuk memperkirakan kisaran gaji seorang UI/UX Designer di Indonesia.
Perbandingan Gaji UI/UX Designer di Berbagai Negara
Selain di Indonesia, posisi UI/UX Designer juga banyak dicari oleh perusahaan asing. Gajinya masih termasuk menjanjikan untuk pekerjaan yang bisa dilakukan secara remote dan freelance. Berikut adalah perbandingan gaji UI/UX Designer di berbagai negara untuk kamu yang bercita-cita bekerja di luar negeri.
|
Negara |
Gaji Rata-rata per Tahun | Gaji Rata-rata per Bulan |
| Indonesia | Rp60 juta–Rp180 juta |
Rp5 juta–Rp15 juta |
|
Singapura |
S$66,000–S$117,000 (Rp780 juta–Rp1,3 miliar) |
S$5,500–S$9,750 (R65 juta–Rp115 juta) |
| Amerika Serikat | US$85,000–US$146,000 (Rp1,3 miliar–Rp2,2 miliar) |
US$7,000–US$12,000 (Rp108 juta–Rp186 juta) |
| Inggris (UK) | £38,000–£67,000 (Rp644 juta–Rp1,1 miliar) |
£3,100–£5,500 |
|
Australia |
A$53,000–A$120,000 (Rp550 juta–Rp1,2 miliar) |
A$4,400–A$10,000 |
Faktor yang Memengaruhi Gaji UI/UX Designer
Selanjutnya, kita akan membahas tentang faktor-faktor yang bisa memengaruhi besar gaji seorang UI/UX Designer. Faktor-faktor ini bisa menjadi bahan pertimbangan kamu dalam memilih perusahaan yang tepat untuk memulai karier jangka panjangmu.
1. Pengalaman
Semakin lama kamu berkecimpung sebagai UI/UX Designer, semakin tinggi juga tingkat profisiensi dan prospek gaji kamu. Desainer yang berpengalaman pastinya memiliki portofolio yang lebih kuat serta lebih berpengetahuan tentang kebutuhan pengguna & perputaran tren desain. Oleh karena itu, biasanya mereka bisa mendapatkan gaji yang lebih besar.
2. Lokasi
Di Indonesia, ada istilah Upah Minimum Regional (UMR) yang menjadi penentu gaji minimum yang bisa diperoleh seseorang berdasarkan lokasi kerjanya. Misalnya, upah yang bisa kamu dapatkan di perusahaan yang berlokasi di Jakarta dan di Yogyakarta akan berbeda, karena besar UMR-nya di daerah tersebut juga berbeda.
Jika kamu memutuskan untuk bekerja di luar negeri, upah yang bisa kamu dapatkan juga bisa lebih kecil atau lebih besar karena adanya perbedaan kurs mata uang.
3. Pendidikan
Tinggi jenjang pendidikan kamu juga akan mempengaruhi gaji kamu. Selain itu, bidang studi kamu juga berpengaruh terhadap gaji dan acceptance rate kamu di sebuah perusahaan. Lulusan dari jurusan desain, teknologi, dan computer science biasanya lebih diutamakan untuk profesi ini.
4. Keterampilan Khusus
Seorang UI/UX Designer yang memiliki keterampilan khusus seperti desain interaksi, wireframing, prototyping, dan kemampuan mengoperasikan tools tertentu seperti Sketch dan Figma dapat memengaruhi gaji yang kamu dapatkan. Keterampilan ini bisa banyak membantu memaksimalkan UI/UX Designer untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
5. Ukuran Perusahaan
Biasanya, UI/UX Designer di perusahaan besar di bidang industri teknologi menawarkan gaji yang lebih besar dibandingkan startup atau perusahaan kecil. Namun, pemula lebih dianjurkan untuk memulai dari startup terlebih dahulu untuk mendapatkan pengalaman dan kesempatan belajar yang lebih banyak.
Nah, itu dia kisaran gaji UI/UX Designer di Indonesia dan dunia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Setelah membaca artikel ini, apakah kamu semakin tertarik untuk menjadi seorang UI/UX Designer, Sobat Cakap?
Kalau kamu sedang mencari pekerjaan sebagai UI/UX Designer, kamu bisa kunjungi Cakap Career, situs jobseeking ter-update buat para jobseeker! Jangan lupa juga buat ikut kelas di Cakap Upskill supaya kamu semakin siap bersaing untuk raih karier impian kamu! #SiapaCakapDiaDapat
